Sepatu Olahraga Untuk Lari, Pilih Sesuai Karakter Kaki

Sepatu olahraga untuk lari memang memiliki model yang unik. Sepatu olahraga untuk lari bahkan sudah mengalai perkembangan trend fashion olahraga. apakah pernah melihat seseorang memakai sepatu lari untuk dipakai ke kampus atau ke kantor? Nah, itu adalah bagian dari perkembangan fashion olahraga. sepatu olahraga untuk lari yang tadinya hanya dipakai untuk pergi ke gym, kini dipakai orang untuk acara sosial. Jika pandai nge-mix and match, sepatu olahraga untuk lari bisa bikin penampilanmu jadi kece, lho!

Dalam hal memilih sepatu, banyak pertimbangan yang harus Anda ambil. Terlebih saat ini hampir semua pabrik sepatu mengklaim produk-produknya sebagai produk high-tech. Beberapa saran berikut mungkin bisa membantu dalam memperoleh sepatu yang sesuai dengan karakter kaki.

  1. Belilah sepatu yang benar-benar bagus kualitasnya. Ini sangat penting terutama bagi para pemula untuk memberikan kenyamanan terhadap guncangan, pengendalian gerakan, kelenturan, dan ketahanan. Memang, sebagai pemula Anda mungkin hanya akan berlari beberapa kilometer. Untuk itu, dalam benak Anda berpikir, mengapa tidak pakai sepatu yang sudah ada, seperti sepatu tenis atau sepatu karet lainnya?
  1. Pahamilah apa itu pronasi. Lari merupakan proses biomekanik yang rumit. Secara umum, ketika berlari, bagian kaki yang pertama kali menghantam tanah adalah sisi luar tumit. Kemudian kaki bergulir ke bawah dan sedikit ke dalam ketika bertemu dengan tanah. Selanjutnya tumit meninggalkan tanah dan diikuti dengan dorongan yang diberikan tubuh pada bola-bola depan kaki untuk tinggal landas dan bergerak maju.

Yang dimaksud dengan pronasi adalah rotasi kaki ke arah dalam ketika mendarat di tanah. Proses pronasi ini alamiah dan normal pada setiap orang, dan sangat membantu kaki dalam menyerap dampak guncangan.

  1. Kenalilah jenis kaki Anda. Dengan memeriksa ketinggian lengkungan (arch) kaki, bisa ditentukan dalam golongan manakah pronasi Anda. Bila kaki ceper, berkecenderungan untuk overpronate. Kaki yang berlengkung tinggi, sangat mungkin untuk melakukan pronasi yang kurang (underpronate). Bagi yang memiliki lengkung normal, pronasi yang dilakukan sudah tepat dan betul. Menurut penelitian John W. Pagliano, D.P.M., ahli kaki di Long Beach, Kalifornia, 50% pelari mempunyai lengkung kaki normal, 25% berlengkung tinggi, dan sisanya berlengkung rendah.

Untuk mengetahui ketinggian lengkung kaki, lakukan “tes basah” (wet test). Basahi telapak kaki dan buatlah jejak pada permukaan yang rata dan kering. Hasilnya bisa dibandingkan dengan gambar.

  1. Belilah sepatu yang sesuai. Jenis kaki dan tingkatan pronasi menentukan ciri-ciri sepatu lari Anda. Sepatu lari pada umumnya diproduksi dalam tiga bentuk yang saling berhubungan dengan tiga jenis telapak kaki seperti pada gambar tes basah. Bentuk sepatu dengan mudah bisa dilihat dengan membalikkannya dan melihat dasarnya. Beruntunglah yang berkaki dan berpronasi normal karena tak perlu mencari sepatu yang khusus. Pusatkan saja perhatian pada ukuran yang pas dan nyaman.  Seperti gambar sepatu berikut :

 

sepatu olahraga untuk lari

Sepatu tersebut bisa kamu dapatkan di baju senam surabaya dengan harga yang tidak akan menguras kantong kamu, tetapi jangan tanyakan kualitas karena dijamin awet dan tahan lama. Ada beberapa model sepatu sport wanita yang tentunya akan membuat kamu tampil sporty.

sepatu olahraga untuk lari

Baju senam Surabaya menjual sepatu olahraga online shop, namun kamu yang ingin berbelanja online juga bisa secara offline dengan langsung mendatangi toko. Disini juga jual baju olahraga dengan berbagai model salah satu adalah baju olahraga wanita muslim dan baju olahraga seksi. Ada banyak promo dan juga gratis ongkir.

Info Lengkap hubungi :

Cs : Nia

WA/ Telp/ Sms : 0819 3837 2836

BBM : D777EABC

BajuSenamSurabaya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>